Kick Pornography Out!



Apa itu “Pornografi”
Pornografi diambil dari bahasa Yunani yang artinya tulisan tentang pelacur. Pornografi dimaknai sebagai penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia secara terbuka dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual). Keberadaan pornografi ada jauh sebelum teknologi video maupun foto. Seiring dengan perkembangan jaman, pornografi berkembang dalam bentuk tulisan, foto, majalah dan video.

Pornografi = DOSA!
Yesus berfirman, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:27-28). Ini berarti bahwa pornografi itu dosa.

Selain itu, pornografi juga bersifat mencandu. Pornografi mungkin tidak langsung bereaksi ketika seseorang pertama kali melihatnya, namun pornografi mengikat seseorang untuk menjadi pecandunya dan hal-hal porno ini akan terus meracuni pikiran kita. Inilah yang disebut efek pencemaran. Lebih lagi, pornografi masuk ke otak kita secara visual tanpa melalui perantara sehingga susah untuk dikeluarkan. Yang lebih membahayakan lagi, pornografi tidak hanya membuat kita berhenti pada fase berpikiran kotor, tetapi juga menjadi jembatan menuju dosa yang lain. Sesaat setelah pikiran seseorang menjadi kotor, ia menjadi ingin melakukan percabulan seperti onani/masturbasi atau yang lebih parah lagi adalah melakukan seks bebas.

Tidak hanya Pria!
Dosa pornografi bukan hanya mengintai para pria, tetapi juga para wanita. Buktinya, istri Potifar yang memandang Yusuf dengan birahi (Kejadian 39:7). Istri Potifar yang notabene wanita juga jatuh karena matanya. Jadi, wanita, Anda juga harus berhati-hati dengan mata Anda supaya tetap kudus di hadapan Tuhan.

Akibat Pornografi
Dari segi medis, paparan materi pornografi secara terus-menerus bisa menyebabkan kecanduan yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu. Kecanduan ini mengakibatkan otah bagian tengah depan mengecil. Penyusutan jaringan otak yang memroduksi dopamine (zat kimia pemicu rasa senang), menyebabkan kekacauan kerja neurotransmitter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.

Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neurotransmitter dan melemahkan fungsi control. Inilah yang emmbuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya. Kecanduan pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi seperti ini tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat, tetapi melalui beberapa tahap, yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsive, eksalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

Pornografi juga dapat merusak sel-sel otak, akibatnya perilaku dan kemampuan integensia (kecerdasan) secara langsung dan tidak langsung akan menurunkan produktivitas dan menurunkan indeks pembangunan sumber daya manusia. Selain itu, layaknya orang kecanduan narkoba, seseorang yang kecanduan pornografi juga akan melakukan segala hal supaya mendapatkan kepuasan tersebut.

Pada tahun 2008, Guglielmucci, seorang pastor di Australia mengaku telah membohongi publik tentang penyakit kanker yang dideritanya. Ternyata, yang mendasarinya adalah bahwa keterikatannya terhadap pornografi sejak usia 12 tahun, dan kecanduan itu begitu mendalam sehingga setiap malam ia muntah-muntah. Gejala ini mirip dengan gejala kanker. Namun sang pastor akhirnya mengakui dosanya setelah ditegur Tuhan melalui penglihatan dalam mimpi.

Fakta yang tak kalah menarik adalah pada tahun 1988 FBI (Federal Bureau of Investigation) mengemukakan bahwa 81% pelaku kejahatan seksual secara rutin mengkonsumsi pornografi. Padahal, di masa tahun 1988 internet (sumber terbesar pornografi) belum sepopuler sekarang. Jadi, waspadalah! Waspadailah diri Anda sendiri dan juga keluarga Anda.

Gejala Kecanduan Pornografi
  1. Tidak mampu menghentikan perilaku kecanduannya, walaupun pernah mencoba menghentikan sebelumnya.
  2. Merasa tersinggung atau marah bila kegiatannya dihentikan.
  3. Menyembunyikan atau berusaha menjaga rahasia semua kegiatan pornografi yang dilakukannya.
  4. Tetap melanjutkan kegiatan pornografi, meskipun sudah kehilangan hal berharga dalam hidupnya, seperti kehilangan pekerjaan.
  5. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang berbau pornografi daripada hal lain yang lebih penting.
Tips Melawan Pornografi
Untuk bisa menghentikan kecanduan pornografi dibutuhkan kejujuran dan kesadaran. Pelaku pornografi harus mau jujur mengakui bahwa dirinya kecanduan dan ingin menghentikan kecanduan itu. Lain dengan kecanduan alcohol atau narkoba, kecanduan pornografi lebih sulit untuk mendapatkan bantuan. Tetapi, berikut cara yang bisa dilakukan:
  1. Blokir perangkat lunak dalam computer yang berhubungan dengan pornografi.
  2. Pasang gambar atau foto orang-orang yang menginspirasi di sekitar computer atau kamar tidur, misal: foto orang tua, kata-kata firman Tuhan.
  3. Pindahkan komputer ke ruangan umum di rumah selain kamar tidur, seperti ruang keluarga.
  4. Perajari dan ketahui apa yang jadi titik kelemahan kita dalam hal pornografi.
  5. Minta Tuhan untuk melepaskan ikatan-ikatan pornografi di dalam pikiran kita dengan banyak berdoa, berpuasa, merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan.
  6. Kalau kita tidak punya alasan yang penting untuk membuka internet, lebih baik cabut saja modemnya, berikan kepada orang tua atau orang lain, sampai kita tahu betul apa alasan kita menggunakan internet.
  7. Buang, bakar dan hancurkan semua DVD, VCD atau koleksi pornografi termasuk file-file yang ada dalam computer atau segala piranti yang mampu membawa kita kembali ke dunia kelam pornografi.
  8. Bergabunglah dalam komunitas yang sehat (komsel), karena dengan bergabung dalam komunitas kita terbantu dan terjaga untuk lepas dari masalah pornografi.
Sumber: disarikan dan diedit seperlunya dari: Throw Pornography Away, Warta AOG Maret 2011.