Jangan Kebanyakan Mengkonsumsi Garam

Garam adalah sumber utama natrium, unsur yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh kita membutuhkannya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu mengirimkan impuls saraf dan proses kontraksi dan relaksasi otot. Namun, konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan.


Ginjal Anda secara alami menjaga keseimbangan jumlah natrium di dalam tubuh. Bila kadar natrium Anda rendah, ginjal akan menahan pengeluarannya. Bila kadar natrium Anda tinggi, ginjal akan mengeluarkan kelebihannya dalam urin. Jika karena masalah tertentu ginjal Anda tidak dapat mengeluarkan natrium secara memadai, natrium akan terakumulasi di dalam darah. Karena natrium bersifat menarik dan menahan air, volume darah Anda akan meningkat. Peningkatan volume darah ini membuat jantung Anda bekerja lebih keras untuk mengalirkan lebih banyak darah ke pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal dan banyak masalah kesehatan lainnya.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari 2,4 gram natrium setiap hari. Jumlah tersebut setara dengan 6 gram garam (sekitar 1 sendok teh). Studi menunjukkan bahwa di negara-negara yang mengikuti pola diet Barat, jumlah asupan garam rata-rata dua kali lebih banyak dari yang dianjurkan. Pola konsumsi garam di Indonesia kelihatannya tidak jauh berbeda dengan di negara-negara Barat. Kecuali, mungkin, di Yogyakarta yang masakannya cenderung tidak asin tetapi manis.

Tips membatasi konsumsi garam/natrium 
  • Berhati-hatilah agar tidak terlalu banyak menambahkan garam ke masakan Anda. Daripada langsung  menaburkan garam ke masakan, cobalah menakarnya dulu agar tidak berlebihan.
  • Ketika memasak, tambahkanlah garam di akhir proses agar jumlah yang diperlukan lebih sedikit.
  • Periksalah label makanan olahan untuk mengetahui kandungan natriumnya. Pilihlah makanan yang kadar natriumnya lebih rendah.