Pasar Murah 2011, seru oi!

Pasar Murah GBI Kristus Pencipta Youth
15 Februari 2011

Berbagai Manfaat Pisang

Sumber Kekuatan Tenaga
Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

Manfaat untuk Ibu Hamil
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

Manfaat bagi Penderita Anemia
Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.

Manfaat bagi Penyakit Usus dan Perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair)dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung.

Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. Dengan demikian, keduanya akan tertolong.

Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare.

Manfaat bagi Penderita Lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.

Manfaat bagi Luka Bakar
Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

Manfaat bagi Diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan/pokok bagi orang yang menderita penyakit gula/diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda.

Pisang dan Kecantikan
Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es, diulang selama 15 hari, akan menghasilkan pengaruh yang menakjubkan pada kulit.

Pisang untuk Mengatur Bobot Badan
Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.

Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi yang lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, akan menaikkan berat badan. (Sumber: PdPersi)

Penyakit Sombong Itu Seperti Bau Badan


Orang yang punya masalah bau badan (BB) seringkali tidak sadar kalau dirinya punya BB. Dia bisa tenang-tenang saja, sementara orang-orang di sekitarnya kena baunya. Tentunya sangat tidak enak dekat orang BB, tapi kita ‘kan tidak mungkin berhenti bernapas.

Orang sombong juga sama. Seringkali ia tidak merasa dirinya sombong. Dia santai-santai saja dengan kesombongannya, sementara orang di kiri-kanannya muak menghadapi 'BB’nya.

Tentunya, bau badan ada penyebabnya. Tidak ada bayi yang lahir dengan BB. Penyebabnya bisa macam-macam. Misalnya, jarang mandi, jorok, karena makanan yang dikonsumsi, atau bisa juga karena suatu penyakit. Orang sombong pun juga pasti ada penyebabnya. Misalnya, dia takut ditolak oleh orang lain karena apa yang ditampilkan atau dilakukannya dirasa kurang baik atau tidak sebaik yang diharapkannya. Sehingga supaya diterima oleh orang lain atau suatu lingkungan, dia harus sedikit membual, menyombongkan, dan membesarkan dirinya. Tanpa disadarinya, tindakan itu justru membuat orang menjauh, persis seperti BB.

Orang yang punya bau badan tidak sedap perlu menggunakan deodoran supaya tubuhnya tidak bau meskipun banyak beraktifitas seharian. Tapi dia harus mau sedikit rendah hati untuk mengakui bahwa dirinya punya BB yang tidak enak, dan mau menerima saran untuk memakai deodoran. Kalau dia gengsi dan malu untuk mengaku, maka BB akan terus ada dan orang-orang pun tidak akan suka mendekat. Demikian pula orang yang sombong harus mau rendah hati untuk mengakui kesombongannya. Ketika dia mau merendahkan hatinya dan mau 'memakai deodoran', lama kelamaan BBnya akan hilang dan orang pun tidak segan-segan mendekat.

Sebagai tindakan awal, sudah cukup bila ada kerendahan hati untuk mengakui bahwa dirinya punya BB. Selanjutnya, untuk membeli dan memakai deodoran, itu kembali lagi ke pilihan: Mau tetap punya BB atau jadi wangi?  (VP/indrigautama.org)

KUALITAS MURID KRISTUS SEJATI

 
1. Mengasihi Tuhan lebih daripada semua orang yang dikasihinya, bahkan lebih daripada nyawanya sendiri (Lukas 14:26)
  • Bertekun dalam iman dan bersedia mengalami banyak sengsara sebagai konsekuensi kehidupan mereka dalam Kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 14:22)
  • Setia mengikut Yesus sampai akhir hayatnya atau sampai Yesus datang kembali menjemputnya  (Wahyu 2:10)

2.Terhubung terus menerus dengan Tuhan seolah-olah tersambung 24 jam sehari dengan kekuatan rohani yang terbesar (Yohanes 15:1-7)
  • Berdoa dan berpuasa sebagai sarana membangun keintiman dengan Bapa (Matius 6:5–18) dan untuk menyatakan kuasa Tuhan (Matius 17:21)
  • Merenungkan Firman Tuhan terus menerus sehingga apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1:1–3)
3. Dengan senang hati menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikut Yesus (Lukas  9:23 ; 14:27)
  • Rela melepaskan diri dari segala miliknya  (Lukas 14:33)
  • Memiliki ketaatan total kepada Roh Kudus yang terwujud dalam pengambilan keputusan (Kisah Para Rasul 13:4) maupun dalam tingkah laku yang mencerminkan buah Roh (Galatia 5:22–23)
  • Memiliki sikap hati hamba/ pelayan (Matius 10:24, Markus 9:35)
4. Mengasihi sesama seperti Kristus mengasihinya (Yohanes 13:34-35)

5. Hidup taat kepada Firman Tuhan (Yohanes 8:31–32, Efesus 4:28–29, Yosua 1:8)
  • Berusaha mencapai tujuan/panggilan hidupnya di dalam Yesus (Filipi 3:14)
  • Dewasa dalam pemikirannya dan berkeyakinan penuh akan segala hal yang dikehendaki Allah (1 Korintus 14:20, Kolose 4:12)
  • Menggunakan lidahnya untuk membangun/mendatangkan kasih karunia untuk orang lain (Yesaya 50:4)
  • Berbuat baik dan memberi kepada orang lain (Kisah Para Rasul 9:36)
6. Berbuah banyak, artinya memenangkan jiwa–jiwa bagi Yesus, menjadikan mereka murid-Nya, dan mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang telah diperintahkan Yesus (Yohanes 15:8, Matius 28:19-20, Kisah Para Rasul 14:21)
  • Menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13–16)
  • Bersedia diutus untuk memberitakan Injil, mengusir setan/roh jahat, dan menyembuhkan orang sakit (Markus 6:7–13)
  • Melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Yesus, bahkan yang lebih besar daripada itu (Yohanes 14:12)
  • Memberikan pertanggungjawaban (Lukas 10:1, 17).

Andakah orangnya?

Kisah Sang Pelari


Sorak sorai para penonton di stadion bergemuruh ketika dia menyelesaikan perlombaannya. Dia telah berlari sejauh 5 km dan meraih juara satu. Dia memenangkan medali emas untuk negaranya dan semua orang di dunia menyaksikan kemenangannya. 

Para wartawan berlari ke arahnya dan menanyakan beberapa pertanyaan. "Kami mendengar bahwa Anda memiliki cedera pada kaki kanan Anda, tetapi Anda masih dapat memenangkan perlombaan. Bagaimana Anda bisa melakukan itu? Apakah tidak sakit? "

"Kalian tidak bisa membayangkan betapa sakitnya kaki kanan saya", katanya sambil menunjukkan kaki kanannya. Mereka dapat melihat beberapa bercak darah dari sepatu kanannya.

Para wartawan kemudian melihat satu sama lain. "Lalu bagaimana bisa Anda masih bisa berlari dengan kaki seperti itu? Hebatnya lagi Anda menang! Apa yang membuat Anda untuk tidak pernah menyerah sepanjang lomba?"

Dia menjawab, "Karena ayah saya tidak pernah menyerah pada saya."

Satu hari setelah perlombaan, banyak surat kabar yang menerbitkan cerita hidupnya. Apa yang membuatnya tidak pernah menyerah bahkan ketika dia merasakan kesakitan luar biasa di kaki kanannya selama perlombaan.

Ketika dia masih kecil, tempat di mana dia lahir  berada dalam situasi perang. Banyak orang mencoba lari dari rumah mereka, untuk pindah ke daerah yang aman. Ada banyak ledakan di mana-mana dan orang-orang yang tidak beruntung banyak yang tewas. Pada waktu itu, dia, yang masih berusia lima tahun, sedang bermain dengan teman-temannya di sebuah taman. Teman-temannya sudah melarikan diri tetapi dia tidak bisa mengikuti mereka karena kaki kanannya berdarah, terkena ledakan. Dia menangis sendirian saat masih banyak ledakan dan tembakan senjata berada di mana-mana. Sesaat kemudian, ayahnya lari ke arahnya, mengambil dia dan membawanya berlari dari tempat itu.

"Apakah kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi dengan kakimu?" Ayahnya bertanya dengan raut muka ketakutan ketika melihat kaki kanan anaknya penuh dengan darah.

Dia tidak menjawab karena waktu itu dia tidak bisa berhenti menangis. Dia takut dia akan mati.

"Dengar Nak, ayah tidak akan membiarkan kamu mati ... Jangan takut! Ayah akan membawa kamu ke zona aman. Ayah berjanji, oke?"

Ayahnya tersenyum kepadanya dan tiba-tiba dia merasa lebih baik. Dia tersenyum kembali kepada ayahnya ketika salah satu peluru mengenai pinggang ayahnya. Tetapi ayahnya terus berlari.

"Ayah, kau baik-baik saja?"

"Ayah baik-baik saja, nak! jangan khawatir, kamu tidak akan mati ... ayah janji! kamu tidak akan mati .... "Jawab ayahnya. Dia bisa merasakan nafas ayahnya lebih berat dari sebelumnya. Kemudian ia melihat bahwa baju ayahnya telah berubah menjadi merah. Setelah mendapat tembakan pertama, ayahnya kemudian mendapat dua tembakan lagi di beberapa bagian tubuh.

Akhirnya, dia berhasil dibawa ke zona aman dan ayahnya meninggal karena kehabisan darah. Dia melihat ayahnya tersenyum sebelum meninggalkan dia untuk sisa hidupnya.

"Saya masih hidup karena cinta Ayah saya"

Anda dan saya juga masih “hidup” dan bertumbuh sampai hari ini karena kasih, investasi dan pengorbanan dari orang-orang sebelum kita. Para orang tua, pembina rohani, dan… Yesus Kristus. Akankah kita menyia-nyiakan hidup yang sudah dianugerahkan kepada kita dalam ketidakmaksimalan fungsi serta peran kita di tengah komunitas dimana kita berada? Cara terbaik untuk menghargai setiap kasih, investasi serta pengorbanan Tuhan serta para pribadi pendahulu kita adalah dengan menyalurkan/membagikan apa yang mereka investasikan dalam hidup kita kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan di sekitar kita. (jak)

Mencintai Tuhan


Beberapa tahun yang lalu, seseorang yang pernah dinobatkan sebagai gadis tercantik dan terpandai di negeri ini pernah menegaskan tentang keteguhan imannya serta kecintaannya kepada Kristus ketika dia diguncang isu mengenai pasangan hidup. Pada waktu itu ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan menjual imannya kepada Kristus demi mendapatkan pasangan hidup dan ia tidak akan menikah dengan pria yang tidak seiman−yang tidak percaya kepada Kristus.

Namun, gadis yang dikenal cerdas, ‘berprinsip’ dan memiliki iman yang ‘radikal’ ini pada akhirnya justru meninggalkan imannya serta menjual Kristus dan menikah dengan pria yang tidak seiman, setelah sebelumnya ia juga berontak dari otoritas orang tuanya. Ironisnya, pria yang untuknya gadis ini rela menjual iman serta kekekalannya, meninggal bahkan tidak sampai 3 tahun usia pernikahan mereka.

Tragisnya, dalam pidatonya kepada masyarakat saat meminta maaf bagi kesalahan yang mungkin dilakukan oleh almarhum suaminya semasa hidup, gadis yang telah menjadi seorang ibu tersebut bahkan tidak berani memastikan keselamatan almarhum suaminya di kekekalan. Dia hanya berani berkata, “Mohon dimaafkan segala kesalahannya, supaya… jalannya lancar ‘di sana’”. Menilik dari perkataannya, sebenarnya dia tahu benar bahwa suami yang dicintainya melebihi Tuhan itu tidak mendapatkan tempat di surga yang kekal.

Entah apa yang akan terjadi kepada gadis yang melarikan diri dari Tuhan ini selanjutnya. Itu menjadi urusannya dengan Tuhan. Namun, jika dia masih mau dengar-dengaran akan panggilan Tuhan dibalik peristiwa tersebut, seharusnya dia tahu apa yang benar untuk dilakukannya, yakni berbalik kembali kepada Tuhan.

Kisah seperti ini, bisa jadi sedang terjadi di antara kita. Kita yakin tentang betapa besar cinta Tuhan kepada kita mengingat pengorbananNya melalui Yesus di kayu salib. Dengan mudah pula kita sering berkata, “Aku mencintaimu, Tuhan” setelah melihat dan menikmati ‘enak’nya berkat serta kebaikan yang kita terima dariNya. Tetapi bagaimana jika kita sedang berhadapan dengan berbagai tekanan penderitaan, penganiayaan karena berdiri di atas kebenaran Firman? Bagaimana jika godaan dan kebutuhan tentang… ya, katakanlah isu pasangan hidup ‘melambai-lambai’ di depan mata kita? Bagaimana jika maut mengincar kita yang mau setia mengikut Tuhan? Masihkah kita mencintaiNya sama besarnya seperti pertama kali kita memutuskan untuk menjadi ‘mempelai’Nya?

Sungguhkah kita mencintai Tuhan? Sebuah kalimat bijak menuliskan, “Kekuatan cinta teruji melalui waktu dan penderitaan.” Kalimat ini ada benarnya. Kesungguhan cinta kita kepada Tuhan akan terlihat saat kita berada di masa sukar, penuh godaan dosa, kenikmatan dunia dan waktu yang kita jalani dalam hidup. Dan jika hubungan cinta kita dengan Tuhan digambarkan Alkitab seperti hubungan cinta suami istri yang menghasilkan anak, maka demikian pula cinta kita kepada Tuhan akan terlihat dari buah-buah yang kita hasilkan dalam hidup kita setiap hari: buah-buah Roh, pertobatan, karakter, pelayanan dan jiwa-jiwa yang diselamatkan serta dimuridkan.

Seberapa serius kita mencintai Tuhan? Kita dapat menilainya melalui cara hidup kita setiap hari:
-    Apakah hubungan intim kita dengan Tuhan semakin hari semakin bertumbuh? Apakah firmanNya nyata dalam setiap pemikiran, perkataan dan perbuatan kita? Apakah kita sedekat hembusan nafas denganNya melalui doa-doa kita?
-    Apakah kita mudah taat dengan penuh sukacita terhadap segala perintahNya? Apakah sikap dan cara hidup kita kian hari semakin kudus dan sedemikian saleh?
-    Masih setiakah kita melaksanakan setiap tugas Amanat Agung yang dipercayakanNya kepada kita? Bukan karena kewajiban maupun keterpaksaan, tetapi karena cinta kita kepada Tuhan dan menyadari bahwa Amanat Agung adalah kerinduan hatiNya?

Cinta kita kepada Tuhan akan ternyatakan lebih kuat melalui buah-buah kehidupan kita, dan bukan dari lantangnya serta indahnya pernyataan radikal cinta kita kepada Tuhan. Alkitab, para utusan dan hamba Tuhan maupun kejadian-kejadian dunia masa kita meneguhkan bahwa saat ini adalah masa pemurnian bagi anak-anak Tuhan. Baik pemurnian iman maupun cinta kita kepada Tuhan. Akankah didapatiNya iman dan cinta kita semurni emas di hadapanNya? Hidup kita yang akan menyatakannya dengan jelas seberapa dalam dan kuatnya iman serta cinta kita kepadaNya. Pastikan Dia mendapati nama kita di sana. (l@)

Empat Potensi Bahaya Menggunakan Laptop


Komputer laptop kini semakin populer. Bila beberapa tahun yang lalu laptop hanya menjadi pilihan mereka yang sering bepergian, kini tampaknya hampir semua orang lebih memilih laptop dibandingkan komputer biasa yang statis. Tapi di balik kepopulerannya, Anda perlu mewaspadai potensi bahayanya terhadap kesehatan.

Komputer laptop dapat menimbulkan masalah terutama karena layar, keyboard dan perangkat penunjuknya kecil. Penggunaan laptop yang lama sebaiknya dihindari. Jika menggunakan laptop sebagai komputer utama, sangat disarankan untuk memakai keyboard, mouse, dan monitor biasa. Risiko utama yang terkait dengan penggunaan laptop antara lain:

1. Dermatitis
Laptop hangat di paha menimbulkan masalah lebih serius daripada yang Anda bayangkan. Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics mengupas kasus seorang anak berusia 12 tahun yang kondisi kulit pahanya berubah warna kecoklatan, berbintik-bintik dan menyakitkan. Gejala yang secara klasik disebut erythema ab igne atau sindrom kulit terpanggang itu diakibatkan oleh penggunaan jangka panjang komputer laptop yang ditempatkan di atas paha. Artikel itu juga mencatat 10 kasus lain yang dilaporkan, dan kemungkinan masih banyak lagi yang tidak dilaporkan.

2. Pemanasan Sperma
Sebuah artikel dalam jurnal Human Reproduction (2005) mengeksplorasi hubungan laptop panas dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria. Ternyata panas dari laptop dapat menghangatkan sperma laki-laki ke titik tidak aktif. Kondisi ini, yang disebut hipertermia skrotum, berpotensi menjadi masalah besar, terutama karena laptop sangat populer di kalangan pria muda yang berusia produktif.

3. Masalah punggung, pundak dan leher
Risiko lain yang terkait laptop adalah nyeri punggung dan leher karena posisi tubuh yang buruk. Laptop tidak selalu ditempatkan di meja khusus seperti komputer biasa. Tanpa disadari, tidak jarang Anda terlalu membungkuk saat menggunakan laptop yang diletakkan di lantai, di meja kecil atau di pangkuan. Hal ini dapat menyebabkan masalah punggung dan leher. Selain itu, masalah pundak juga dapat muncul akibat membawa laptop dengan posisi yang tidak benar. Penggunaan tas selempang bisa memberatkan satu sisi pundak yang sering dipakai. Untuk melindungi tubuh Anda, sebaiknya Anda berinvestasi pada tas ransel bertali lebar dan berstabilitas tinggi yang dirancang khusus untuk membawa laptop. Anak-anak yang masih tumbuh terutama perlu diwaspadai agar tidak membawa-bawa laptop yang berat tanpa perlindungan memadai.

4. Carpal tunnel syndrome
Keyboard yang lebih kecil pada laptop dapat meningkatkan risiko carpal tunnel syndrome (CTS), yaitu kompresi dan jebakan pada saraf median yang memanjang di pergelangan tangan. Hal ini menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau nyeri pergelangan tangan. Selain itu, kekuatan tangan dapat berkurang dan tidak mampu mengepal, memegang benda, atau melakukan tugas-tugas manual lainnya. Pergelangan tangan menekuk (ulnaris displacement) saat menggunakan keyboard adalah penyebab umum CTS di kalangan pengguna komputer. Untuk mengurangi risiko CTS, jangan ragu untuk menyambungkan keyboard dan mouse eksternal pada laptop Anda atau menempatkan bantal yang dirancang khusus untuk mengistirahatkan pergelangan tangan saat mengetik.  Yang tidak kalah penting, tempatkan laptop di posisi yang tidak membuat pergelangan tangan Anda menekuk.(majalahkesehatan.com)

Kembali Ke Kasih Mula-Mula


Doa 24 yang pertama di tahun 2011 telah kita lakukan. Sebanyak 106 orang jemaat yang mengikuti Doa 24 jam ini tampak antusias dan bersemangat untuk berdoa bagi kota dan bangsa ini. Dalam Doa 24 jam kali ini, Tuhan mengingatkan jemaat KrisPen untuk kembali kepada kasih mula-mula, tidak suam-suam, tetapi radikal buat jiwa-jiwa khususnya orang-orang muda yang banyak mengalami kehancuran. Jemaat juga banyak bersyafaat bagi situasi bangsa dan kota dimana korupsi, ketidakadilan, bencana alam silih berganti terjadi.

Selain penyembahan dan doa syafaat seperti biasanya, ada yang baru dalam perhelatan Doa 24 Jam kali ini. Mulai dari penyampaian firman Tuhan hingga penayangan video tentang berbagai peristiwa terkini yang terjadi di kota dan bangsa kita.

Ayo, semakin giat kita berdoa syafaat bagi kesejahteraan kota dan bangsa kita. Mari bergabung dalam Doa 24 Jam yang akan datang. Karena semakin banyak doa, maka semakin melimpah kuasa Tuhan curahkan untuk memulihkan bangsa kita.

Testimoni…

“Bangsa  kita sungguh membutuhkan Yesus, karena kondisinya yang begitu ruwet dan menyedihkan. Terlebih lagi, mereka perlu Tuhan sebagai Juruselamat.” (Hendro Cahyono/Wirausahawan)

Luar biasa! Saya sampai menangis karena Tuhan begitu mencintai bangsa ini! Tuhan benar-benar mencintai bangsa ini. Saat menyembah Tuhan, saya merasa begitu sangat sedih saat Tuhan ingatkan banyak anak muda usia 15-24 tahun yang bunuh diri karena situasi dan kondisi hidup yang sulit. Tuhan mau kita para orang muda menjangkau mereka dan menjadi jawaban buat mereka. (Edy Prayitno/Staf Swasta)

 “Kita (anak Tuhan) seringkali terlalu sibuk berseru minta jawaban pertolongan Tuhan bagi hidup seseorang/sesama kita. Padahal jawaban Tuhan sudah nyata ada, yaitu kasih yang Ia berikan dalam diri kita… itulah jawaban bagi mereka. Melalui kita mereka dapat menemukan kasih Tuhan.” (Rianti Joanita/Mahasiswi)

“Tuhan memperlihatkan kepada saya tentang air terjun. Saya percaya Tuhan mau pakai KrisPen menjadi berkat seperti air terjun yang sangat deras.” (Ibu Ester Melo, Pemimpin Yayasan Rumah Sejati)

 “Ini kali pertama saya ikut Doa 24 Jam shift jam 4 pagi. Saya tetap bergairah untuk berdoa buat bangsa dan kota ini. Saya banyak berbahasa Roh. Saya tidak tahu mengapa tiba-tiba mulut saya terus-menerus berbahas Roh. Kerinduan saya anak-anak Tuhan (khususnya orang muda) semakin bergairah untuk ikut ambil bagian dalam pemulihan bangsa dan kota ini. Mereka gak hanya sekedar pelayanan di dalam gereja, tetapi bertindak nyata: berdoa, menjangkau jiwa-jiwa, dll. (Liony/Pelajar)

 “Saya senang karena bisa ikut terlibat dalam kegerakan doa di KrisPen dan saya merasa sangat dikuatkan. Saat menyembah Tuhan, Tuhan menunjuk saya untuk mengabarkan Injil di dalam komunitas saya (di sekolah dan di rumah).” (Ervin/Pelajar)

 “Doa 24 jam kali ini sangat beda dari pada doa-doa sebelumnya. Saya mendapatkan pesan dari Tuhan supaya saya menjangkau teman-teman saya yang nakal (merokok, minum-minuman keras). Saya juga harus berdoa untuk bangsa Indonesia yang mengalami problem yang sangat besar. Saya rindu terjadi mujijat di bangsa ini.” (Ossy/Pelajar)

 “Saya diingatkan Tuhan untuk peduli pada orang-orang di sekeliling saya yang belum mengenal kasih Kristus dan membutuhkan bantuan dalam hal: uang, tenaga dan waktu. Kerinduan saya adalah setiap saat menyembah Tuhan, berdoa buat kebutuhan bangsa dan menjadikan doa bukan sebagai rutinitas, tetapi sebagai gaya hidup yang selalu dekat dengan Tuhan serta membawa dampak bagi bangsa.” (Yohanes Adi K./Pelajar)

 “Ada banyak bencana terjadi kerena tanah mencatat segala perbuatan jahat, ketidakadilan yang dilakukan pemimpin bangsa ini. Saya berdoa minta ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosa bangsa ini.” (Ibu Kristina/Ibu Rumah Tangga)

 “Tuhan sedang berpekara dengan bangsa ini, sebab banyak masalah mendahului sebelum kemuliaan yang besar yang bakal terjadi. Saya mau terus berdoa. Tidak menyerah melihat kondisi / kenyataan yang ada.” (Bapak Gunawan/Staf Swasta)

 “Saya mendengar suara Tuhan yang sangat kuat, yang menyatakan bahwa anak-anak Tuhan harus tetap bertahan mengikut Yesus. Tetap setia pada Tuhan dan berakar kuat dalam Tuhan. Anak-anak Tuhan jangan mudah menyerah terhadap keadaan, tetapi tetap mengandalkan Tuhan, tidak bimbang dan ragu, serta terus semangat berdoa untuk bangsa ini. (Ibu Kasmani/Ibu Rumah Tangga)

 “Saya mendapat pernyataan dari Tuhan, bahwa masa-masa sukar sudah dilalui, masa penantian telah berlalu dan inilah (sekarang) masa penggenapan. Saya mendapat penglihatan tentang sepasang tangan yang memancarkan sesuatu, seperti sinar terang, di KrisPen.” (Ibu Lanny Tanjung/Ibu Rumah Tangga).

Terbiasa Kecil?

Anda tahu game Feeding Frenzy? Saya sedang main game itu ketika Tuhan bicara sesuatu.


Feeding Frenzy adalah sebuah permainan komputer. Pemeran utama dalam permainan ini adalah ikan. Singkatnya, kitalah ikan itu. Awalnya, kita adalah ikan kecil yang berenang bersama ikan-ikan lain – besar dan kecil – di suatu perairan. Kita bisa memakan ikan-ikan yang lebih kecil dari kita, tapi harus mengelak dari ikan yang lebih besar yang siap memakan kita. Semakin banyak kita makan ikan, semakin besar badan kita. Kita naik level, dan sekarang bisa makan ikan yang tadinya lebih besar. Sampai kita tumbuh menjadi ikan terbesar dan dapat memakan semua ikan yang lewat.

Proses menjadi besar itulah yang bikin gregetan. Kita harus pintar mengejar buruan, sekaligus menghindari mulut ikan besar yang siap memangsa kita. Kalau kita termakan, maka tubuh kita akan kecil kembali. Jadi, saya harus berhati-hati. Setiap kali terlihat moncong ikan besar, saya buru-buru kabur. Saya jadi pintar mengelak dengan tubuh ikan saya yang kecil.

Tapi saya lupa kalau tubuh ikan saya sudah membesar. Spontan, saya selalu menghindari moncong ikan besar yang sebenarnya dapat saya makan. Setelah beberapa lama saya sadar, ngapain juga mengejar ikan yang lebih kecil dan menghindari ikan besar? 'Kan saya dapat makan yang besar juga karena saya sudah besar sekarang.

Lalu, sesuatu di dalam saya berkata, "Kamu terbiasa melihat dirimu kecil, kamu puas dengan makanan kecilmu."


Saya pun teringat cerita tentang seekor tikus yang bertemu seorang penyihir. Tikus itu minta diubah menjadi kucing. Permintaannya dikabulkan. Tapi itu tidak membuatnya berani menghadapi kucing yang biasa mengejarnya. Karena tidak puas, ia minta diubah menjadi anjing. Tapi itu pun tidak membuatnya berani. Akhirnya ia meminta diubah menjadi gajah, mamalia terbesar di bumi. Meski begitu, ia kabur ketika berhadapan dengan kucing. Padahal badannya telah berubah besar. Akhirnya sang penyihir mengubahnya kembali menjadi tikus dan berkata, "Kamu tetap tikus, meskipun wujudmu diubah."

Dua ilustrasi ini membuat saya berpikir, seringkali saya seperti tikus dan ikan di game Feeding Frenzy yang tetap berpikiran kecil. Mau dipercayakan hal apapun, kalau saya tetap berpikir sempit, berpikir kecil, saya hanya akan mengejar dan puas dengan pencapaian-pencapaian kecil. Padahal, Tuhan melihat saya bukan sebagai seorang yang kecil.

1 Yohanes 4:4 berkata, "Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." Dan Filipi 4:13 berkata, “Kamu dapat melakukan segala sesuatu bersama Kristus yang memberi kekuatan padamu."

Seperti kisah dua belas pengintai yang diutus untuk mengintai negeri orang-orang Enak. Ketika sepuluh orang dari mereka melihat bahwa suku Enak berbadan besar seperti raksasa, mereka melihat diri mereka kecil seperti belalang. Sedang dua pengintai yang lain, Yosua dan Kaleb, memiliki pandangan yang berbeda. Padahal mereka semua melihat pemandangan yang sama, tetapi memiliki pola pikir yang bertolak belakang. Yah, semua pencapaian memang berasal dari pikiran.

Yang satu melihat diri mereka kecil, yang lainnya melihat diri mereka besar.
Yang satu menjadi takut, yang lainnya semakin terpacu untuk bergerak.

Akhirnya, Yosua dan Kaleb yang melihat diri mereka besar, memimpin pasukan dan menguasai daerah orang-orang bertubuh raksasa suku Enak.

Lalu saya melihat diri sendiri, apakah saya melihat diri saya kecil seperti belalang, tikus, dan ikan kecil? Lalu menjadi terbiasa di posisi itu dan terbiasa dengan pencapaian-pencapaian kecil?

Ataukah saya menempatkan diri sebagaimana Tuhan melihat saya?

Visi Tuhan untuk hidup kita besar. Kalau kita tidak mulai melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita, kita tidak dapat mencapai visi yang Tuhan beri untuk hidup kita. Segala sesuatu bermula dari pikiran. Akankah kita mengubah cara pandang kita terhadap diri sendiri, sebelum benar-benar terlalu nyaman dengan pencapaian kecil kita? Percayalah ini: “Dia yang berdiam di dalam Anda adalah Allah yang besar.” Tuhan melihat Anda besar dan mampu. (ditulis oleh: VP)

Pengalaman Di Merapi


Dengan keinginan dan adanya kesempatan, saya berangkat menuju Boyolali bersama dengan tim untuk menjadi relawan di pengungsian. Saya secara pribadi pada waktu itu masih belum memiliki rencana apa yang harus saya lakukan. Yang pasti, intinya sih satu, apa yang bisa saya lakukan untuk membantu teman-teman pengungsi di sana. Sekitar pukul 1 siang, kami sampai di wilayah Jawa Tengah dan sudah disuguhi dengan pemandangan gunung Merapi yang sedang ramainya dibicarakan. Pemandangan itu sejenak membuat saya takjub, sekaligus ngeri juga. tapi tidak berselang lama, saya lebih memikirkan bagaimana dengan pengungsi2nya. Sekitar pukul 3 sore, kami sampai di pos sementara kami. Selagi menunggu koordinator di wilayah salatiga, kami pun istirahat. Pukul setengah 5 sore, kami berangkat menuju posko yang akan kami tinggali. Tepat pukul 8 malam kami sampai di posko kami. Dan disini dimulainya petualangan saya. Malam itu saya hanya mencoba melihat situasi dan menjalin hubungan dengan relawan yang lain. Ada relawan yang dari salatiga, ada juga yang dari Jakarta. Hari pertama hanya itu saja yang saya lakukan.

Hari kedua, selagi relawan dan tim yang fokus ke anak-anak kecil disana, saya mulai pergi mengunjungi pengungsi yang ada disana, mulai mengobrol sana-sini, dan bercanda. Lewat obrolan-obrolan ringan, hingga pada akhirnya mulai serius. Dan seperti yang dikatakan oleh dosen saya, mereka butuh didengar keluh kesahnya, istilahnya curhat…dan saya pun melakukannya, dan memang sangat manjur. Setiap pengungsi yang saya ajak ngobrol selalu mengutarakan isi hatinya, ketakutannya, dan saya benar-benar menyediakan hati dan telinga saya untuk mendengar mereka. Saya paham bahwa saya tidak ikut mengalami kejadian yang mengerikan yang telah dirasakan mereka, oleh sebab itu saya datang kepada mereka dengan tidak dengan sok membawa perubahan ataupun solusi. Untuk ukuran dan kondisi saya disana, saya hanya mampu mendengar curhat mereka, tapi saya sendiri paham, bahwa saya harus melakukan sesuatu untuk kebaikan mereka. Jadi, yang saya lakukan adalah ketika keluh kesah mereka dilontarkan, kesedihan mereka diluapkan, saya akan berusaha memahami dan lebih mengajak mereka untuk tidak melihat kebelakang terus-menerus. Saya berusaha mengajak mereka untuk melihat kedepan, apa yang akan mereka lakukan kedepan, harapan mereka kedepan, keinginan mereka kedepan. Saya ingin mereka mulai memikirkan hidup mereka kedepannya, ketimbang selalu memikirkan kejadian yang sudah-sudah tanpa mulai bergerak untuk memperbaikinya.

Hari ketiga kami di pengungsian, tepatnya hari Senin, dari pihak koordinator posko disana memutuskan untuk tidak lagi membuka posko disana karena hampir semua pengungsi yang ada disana memilih untuk mulai kembali di desa mereka. Dari total pengungsi yang awalnya 600 menjadi sekitar kurang dari 200 pada hari senin, dan jumlah anak-anak juga sedikit sekali. Saya dan tim mulai memikirkan, apa yang akan kami lakukan selanjutnya. Apakah sudah cukup waktu kami disini. Relawan yang dari Jakarta pun harus kembali ke Jakarta, jadi kondisi kami pada waktu itu cukup bingung juga. akhirnya kami menunggu pihak koordinator posko, dan setelah bertemu, kami diberikan beberapa pilihan. Karena posko awal tempat kami tinggal sudah ditarik, kami bisa kembali ke Surabaya, atau masih ingin tinggal di salatiga untuk meninjau desa-desa didekat Merapi untuk melihat situasi disana, dan melihat kebutuhan-kebutuhan apa saja yang penduduk tersebut perlukan. Dan kami memilih untuk tetap tinggal.

Hari selasa, saya dan tim beserta koordinator posko meluai berangkat menuju sebuah desa di kilometer 6 dari puncak gunung Merapi, tepatnya di desa Rogobelah. Dan sebelum itu, kami pergi di posko pengungsian yang lain untuk mengajak salah seorang pengungsi yang ada disana yang bertempat tinggal di desa tersebut, dan terpilihlah ketua RT yang akan pergi bersama-sama kami. Karena mobil penuh, saya pun harus duduk di kursi belakang bersama-sama dengan ketua RT. Di awal perjalanan kami, saya sempat berdoa dan bercanda dalam hati. Doa saya “Tuhan, jangan Kau biarkan paru-paruku terbakar karena kesalahan orang ini Tuhan…”. Tepat saja, di dalam mobil, pak RT malah merokok..untung saja tidak lama setelah saya berdoa, koordinator lapangan meminta pak RT untuk mematikan rokoknya. Thanks God…


Sampai di desa Rogobelah, saya sudah disuguhi pemandangan yang hebat. Semua serba abu-abu. Saya benar-benar tidak bisa berkata apa-apa waktu itu. Hanya takjub dengan kondisi disana. Setelah melihat-lihat pemandangan dan kondisi disana, saya mulai mencari anggota tim saya yang lain. Saya sudah tertinggal dari rekan-rekan yang lain karena terlalu asik dengan pemandangannya. Akhirnya saya ketemu juga dengan anggota tim saya yang sedang mengobrol didepan pintu rumah seorang warga disana yang kebetulan sebelumnya juga mengungsi di tempat pengungsian yang sama dengan kami. Akhirnya saya pun ikut mengobrol disana, dan kami diajak masuk dalam rumahnya. Tapi entah bagaimana caranya, rekan saya ini sudah keluar dari rumah, sedangkan saya sendiri masih didalam rumah, dan saya sebut dengan istilah terjebak didalam rumah karena akhirnya saya harus tetap didalam rumah tersebut dan ditemani satu keluarga yang ada disana. Saya pun tidak bisa pergi karena sudah terlanjur disuguhi seikat pisang dan segelas teh tawar, yang menurut saya lebih tawar dari teh tawar, plus debu dipinggir gelasnya. Ini benar-benar pengalaman yang istimewa buat saya pribadi, karena saya benar-benar menyerahkan semua dalam tangan Tuhan…ciieee…..hahaha…ya bagimana tidak, di keluarga itu hanya bisa bahasa kromo inggil yang halus banget. Jadi saya harus benar-benar menjaga omongan. Dan apalagi suguhan-suguhannya ya sedikit banyak pernah jadi korban abu juga, hahahaha…..tapi saya tidak terlalu terpengaruh sih dengan kondisi itu. Saya bersyukur bahwa waktu itu yang saya pikirkan adalah bagaimana saya bisa masuk di obrolan-obrolan itu dan mengakhirinya dengan mengajak mereka untuk melihat dan memikirkan kedepannya. Itu saja. Dan saya rasa, saya bisa dan berhasil melakukannya. Setelah hampir setengah jam mengobrol, saya putuskan untuk cepat2 menghabiskan makanan yang sudah dihidangkan buat saya, dan saya pamit untuk pulang. Untung saja waktu sajian habis, obrolan juga pas habis. Yaaaaaah….waktu yang pas untuk berpamitan, hehehehe….saya berpamitan dengan keluarga disana, dan saya segera keluar dari rumah karena takut ditinggal oleh tim. Waktu keluar rumah, untung saja mobil tim sedang berjalan didekat rumah itu dan akan pulang…..saya benar-benar bersyukur…hahahaha…..

terlalu banyak yang bisa saya ceritakan disini. Intinya, apa yang sudah saya lakukan disana benar-benar luar biasa, dan saya rasa itu juga bisa dilakukan oleh orang lain. Jadi kenapa anda tidak memulainya??

Satu Media Untuk Semua

Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi media sangat pesat. Batasan ruang, waktu dan tempat seakan bisa ditembus dalam hitungan detik. Satu di antaranya yang menonjol adalah teknologi internet. Bisa dikatakan, saat ini adalah jamannya internet. Lewat internet, kita bisa mengakses semua informasi yang kita perlukan.
Melihat latar belakang seperti ini, KrisPen tentu tidak mau ketinggalan. Karena jika tidak, area yang satu ini akan dimonopoli oleh hal-hal lainnya yang kebanyakan bersifat negatif. Adalah kodrat sebagai anak Tuhan untuk menjadi terang dimana pun kita berada. Dalam hal ini, gereja kita juga ingin menjadi terang di dunia internet.

Oleh karena itulah kini KrisPen telah melahirkan sebuah media baru yaitu website. Blog yang lama (www.krispen-blogspot.com) kini telah berubah dan berkembang menjadi www.kristuspencipta.com. Website ini dikemas secara ringkas, praktis dan tentu saja efektif untuk memberkati para jemaat maupun orang lain yang mengaksesnya.

Apa saja yang bisa diakses di sini? Dalam website KrisPen yang baru, para jemaat dapat mengakses segala informasi yang ada mengenai KrisPen.

Tentang KrisPen
Berisi mengenai profil gereja kita secara keseluruhan mulai dari sejarah sampai pada visi misi dan nilai-nilai yang dihidupi oleh gereja ini.

Profil Pelayanan 
Seperti namanya, dalam halaman ini, para jemaat dapat mengetahui apa saja pelayanan yang tersedia di gereja ini. Selain itu, di sini juga para jemaat dapat menemukan contact person dari setiap departemen pelayanan.

Saat Teduh 
Warta Jemaat tertinggal atau hilang? Jangan khawatir karena para jemaat dapat mengaksesnya di halaman ini. Selain itu, halaman Saat Teduh ini juga bisa menjawab kebutuhan dari para jemaat yang sering berada di depan komputer dan juga para jemaat yang berada di luar kota atau negeri.

Pengumuman 
Berisi mengenai pengumuman-pengumuman mengenai kegiatan maupun peristiwa di gereja kita.

Kontak 
Alamat, Nomor Telpon, Email, facebook, twitter, website, sampai nomor rekening Gereja kita semuanya ada di sini.

News 
Ini dia yang paling penting. Berbeda dengan halaman-halaman yang  lain, NEWS bersifat dinamis. Artinya, setiap artikel yang diterbitkan di sini akan selalu di perbaharui. Apa saja yang ada di sini? Semuanya! Ya, semua artikel yang berhubungan dengan kehidupan kristiani kita mulai dari seruan/impartasi mengenai kegerakan yang terjadi di gereja kita, info kesehatan, kesaksian, liputan event, kegiatan komsel, artikel inspirasi iman, sampai ulasan film rohani yang membangun iman.  Keragaman artikel-artikel  yang ada diharapkan dapat memperkaya para jemaat KrisPen untuk semakin lebih dekat dengan Tuhan.

Harapan kami dengan adanya website ini adalah para jemaat Krispen memiliki satu media untuk saling berkolaborasi untuk memberkati satu dengan yang lain. Selain mendapatkan info-info dari gereja, para jemaat juga bisa dengan aktif menyumbangkan artikel berupa kesaksian maupun sharing 4M. Caranya gampang, para jemaat dapat meninggalkan pesan di kotak chatting, mengirim (TAG) notes via facebook ataupun mengirimkan langsung via email ke mfc.krispen@gmail.com

Terakhir, bersama ini kami juga mengumumkan bahwa terhitung sejak tanggal 30 Januari 2011 seluruh media informasi yang dimiliki KrisPen  mulai dari website, video klip dan warta jemaat digabungkan menjadi satu kesatuan dalam kemasan nama MFC (Media For Christ – Media Untuk Kristus). Mari kita dukung dan berdayagunakan MFC untuk semakin menyatukan hati kita sehingga kita dapat bersama-sama menjadi terang bagi dunia sekitar kita yang gelap. (mfc krispen)

Dukacita Di Hadapan Tuhan


 Kita harus mengerti bahwa kehidupan orang percaya bukanlah kehidupan yang senantiasa diliputi oleh gelak tawa dan kegembiraan jiwani sebagaimana anak dunia miliki. Terhadap orang yang hanya hanyut dengan gelak tawa dan kegembiraan duniawi ini Tuhan Yesus berkata: Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa (Lukas 6:25). Dalam hal ini kita perlu mengingat kisah orang kaya yang selalu dihibur dan bersukacita oleh kekayaannya, tetapi ternyata ia miskin di hadapan Tuhan (Lukas 16:19-31). Akhirnya ia tidak pernah menikmati penghiburan dari Allah selamanya. Ini adalah kecelakaan yang maha dahsyat.

Pernyataan Tuhan "Berbahagialah orang yang berdukacita" disini sangat aneh dan janggal. Ini adalah 2 hal yang bertentangan yang membingungkan. Dukacita adalah sesuatu yang dijauhi oleh manusia. Tetapi Tuhan justru menyatakan bahwa dukacita dapat mendatangkan penghiburan. Tersirat jelas bahwa dukacita di sini bukan merugikan atau mendatangkan celaka, tetapi sebaliknya menguntungkan.

Pengertian dukacita disini bukanlah dukacita seperti pengertian pada umumnya, yaitu dukacita oleh karena menanggung kesusahan tertentu karena suatu kesulitan hidup. Ini adalah dukacita yang memiliki ciri tertentu, sifat khusus. Inilah dukacita yang menurut Paulus sebagai dukacita "menurut kehendak Allah " (2 Korintus 7:8-10).

Mendengar kata "dukacita" pada umumnya kita sudah menolak, tidak menyukai dan memandangnya negatif. Tetapi ada satu jenis dukacita yang positif, dukacita yang mendatangkan keuntungan, kehidupan dan berkat. Untuk mengenal dukacita ini perlu kita terlebih dahulu melihat latar belakang dukacita orang Korintus. Mereka berdukacita karena surat Paulus, surat Paulus yang sering dikenal sebagai surat kemarahan yang pedas dan keras. Sebuah surat pedas yang menunjukkan, membongkar dan menegor kebejatan serta berbagai praktek hidup jemaat Korintus yang mendukakan hati Tuhan. Surat itu berisi tegoran keras terhadap jemaat Korintus. Teguran itu menimbulkan suatu respon, yaitu dukacita yang mendalam (Yunani : elupethete; Kt.Benda lupe. Kt.Kerja lupeo - deeply grief, very sad = sangat sedih) . Ini bukan dukacita dari dunia.

Rupaya tegoran yang keras dan tegas dapat membuka mata pikiran seseorang mengenali dirinya, yaitu keberadaannya di mata Allah. Sehingga timbul dukacita yang benar. Oleh sebab itu, kita hendaknya tidak menolak tegoran-tegoran keras yang ‘ditikamkan’ atas kita. Jangan marah terhadap khotbah atau pengajaran keras yang disampaikan melalui mimbar. Jangan membenci teguran maupun didikan yang keras dari otoritas rohani kita. Khotbah yang keras bukan saja khotbah yang menyinggung mengenai praktek-praktek amoral, tetapi juga ajaran yang mengajak jemaat mengasihi Tuhan dengan kesediaan meninggalkan dunia ini dengan segala kesenangannya, mengiring Tuhan dengan rela memikul salib. Rela menderita karena menolak kompromi dengan dosa. Khotbah yang keras adalah khotbah yang mengajak umat untuk hidup seperti Yesus hidup.

Dukacita jenis ini disinggung Tuhan dalam khotbah di bukit secara terbuka. Ini sebuah ratapan yang akan muncul tatkala kita menyadari tidak ada kebenaran dalam hidup kita Dukacita karena kesadaran terhadap dosa. Inilah yang dialami oleh penduduk Niniwe sehingga hukuman Allah tidak jadi menimpa mereka (Yunus 3:1-5).

Orang yang memiliki dukacita ini akan menjadi semakin kebal terhadap dukacita dunia yang ditancapkan oleh iblis dan menjadi tangguh dalam menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini. Pararel dengan kenyataan bahwa jika seseorang mengutamakan Tuhan dan bergumul mengutamakan kerajaan sorga maka segala persoalan hidup ini betapapun besarnya menjadi kecil atau tidak berarti lagi. Ayo, cintailah penderitaan dan dukacita karena sadar akan kehendak Allah dalam setiap pergumulan, tantangan serta kesulitan yang kita alami. Jangan menyerah atau melarikan diri. Hadapi dan menangkan pertandingan iman Anda. (disarikan dan dikembangkan dari: sahabatsurgawi.net)