Satu Tahun Doa 24 Jam


Tanpa terasa sudah satu tahun kita mengadakan Doa 24 Jam. Banyak kesaksian dari jemaat yang rutin mengikuti Doa 24 Jam yang mengatakan bahwa mereka sangat antusias, roh doa diperbaharui, dan diberi hati untuk berdoa bagi kota, bangsa serta gereja. Banyak juga doa kita yang dijawab oleh Tuhan, tak terkecuali doa sepakat yang kita lakukan bersama para pendoa di Menara Doa Kota.

Pada hari Jumat-Sabtu, 20-21 Mei 2011 yang lalu, sebanyak 110 jemaat yang mengikuti Doa 24 Jam dibawa Tuhan untuk banyak bersyafaat bagi kota dan bangsa yang sangat membutuhkan campur tangan ilahi ini. Sebab, secara pikiran manusia sangatlah tidak mungkin bangsa ini bisa dipulihkan. Hanya oleh kuasa dan kedaulatan-Nya saja bangsa ini bisa dipulihan.

Secara global keterlibatan jemaat dalam Doa 24 Jam ini. Selain itu, masih ada juga PKS dan pemimpin yang belum benar-benar menangkap secara roh visi yang Tuhan berikan bagi Krispen. Ke depannya, saya mengajak para pemimpin, PKS, jemaat untuk bersama-sama melibatan diri dan mengerahkan anggota komsel untuk berdoa di Doa 24 Jam. Kota, bangsa, dan jemaat ini sangat membutuhkan banyak doa kita, sebab doa yang sepakat dinaikkan ke hadapan Tuhan akan membawa terobosan yang besar bagi kota, bangsa, dan gereja. (Ruth Salmah, Koordinator Departemen Doa)


Saya percaya bahwa ketika kita berdoa dan meminta kepada Tuhan, maka Tuhan hadir bersama kita dan mendengar serta menjawab doa-doa yang kita panjatkan kepadaNya. Puji Tuhan, sampai saat ini saya berdoa buat kota, bangsa, dan gereja ini. (Devi/Wiraswasta)

Tuhan menginginkan anak-anakNya mau menjadi perantara bagi pemulihan bangsa dan kota ini. Setiap membaca koran atau menonton televisi, saat ada berita yang membuat rakyat semakin menderita, saya langsung berdoa. (Suprijadi, Swasta)

Saya merasakan lawatan Tuhan yang luar biasa hingga saya menangis buat bangsa ini. Tuhan mengasihi bangsa ini, Tuhan ingin supaya kita peduli terhadap keadaan bangsa ini, dengan terus berdoa buat bangsa ini. Setiap malam sebelum tidur saya berdoa buat gereja dan bangsa ini. (Vita/Wiraswasta)

Saya mendapatkan ayat 1 Petrus 5:9. Tuhan ingatkan bahwa kekudusan adalah hal yang dibutuhkan bangsa ini, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang kudus, imamat yang rajani. Kadang-kadang saat olahraga pagi di lingkungan kompleks perumahan saya berdoa keliling untuk lingkungan tempat tinggal saya, dan puji Tuhan, lingkungan rumah aman. (Oscar/Swasta)

Saya juga mengucap syukur atas tiap-tiap orang yang ada dalam kota ini, dengan semua yang ada dalam hidup mereka dan setiap apapun yang telah mereka lakukan. Tuhan juga hadir untuk mereka, penebusan Tuhan juga tersedia untuk mereka. Dengan doa malam ini saya benar-benar semakin mencintai bangsa serta negara ini dan semakin merasakan kekuatan Tuhan. (Ervina Angels/Swasta)

Beberapa dari kita mungkin berkecil hati ketika mengikuti doa 24 Jam, karena merasa jumlah kita yang sedikit tidak akan membawa pengaruh apa-apa. Tetapi ,sesungguhnya Tuhan tidak melihat jumlah kita. Tuhan melihat hati kita dan kita harus tahu bahwa doa-doa kita memiliki kuasa yang besar. Kita harus lebih bersungguh-sungguh lagi berdoa untuk bangsa ini. Ketika kita bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, kita akan menjadi magnet yang kuat untuk menarik orang lain juga berdoa buat bangsa ini. (Ika/Swasta)

Saat menyembah, saya merasakan api Roh Kudus turun kepada setiap pemimpin yang ada di gereja Krispen dan membakar hati mereka semua supaya lebih berani menyampaikan firman-Nya. Saya percaya kota Surabaya akan lebih baik dari tahun ke tahun, karena masih ada orang-orang yang peduli dan berdoa bagi kota serta negara ini. (Jethro Elyadha/Pelajar)

Tuhan menjamah hati saya begitu luar biasa. Tuhan ingin supaya saya mendoakan bangsa, kota dan gereja ini lebih lagi. Saya berdoa supaya bangsa, kota, dan gereja dilawat Tuhan, dan banyak jiwa yang dimenangkan. (Merry Dwi S./Pelajar)

Doa 24 Jam menyegarkan saya kembali. Saya sangat rindu untuk terus berdoa. Saat menyembah Tuhan, saya mendapatkan bahwa Tuhan ingin supaya saya peduli kepada orang lain, terutama teman-teman saya yang belum diselamatkan, dan berdoa bagi keselamatan mereka serta kota. Setiap hari saya selalu meluangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan bangsa Indonesia dan pemimpin Indonesia, supaya mereka mengutamakan kepentingan rakyat. (Yohanes Adi/Pelajar)

Jeff Hammond: SEMINAR AKHIR JAMAN

Dari Manakah Akan Datang Pertolonganku?


Kita tidak bisa memungkiri fakta akan bencana dan krisis yang terjadi di mana-mana. Akan tetapi, adakah sesuatu yang lebih nyata daripada yang dilihat oleh mata natural kita? Di mana-mana orang bertanya, dari manakah akan datang pertolonganku? Kepada siapakah kita harus berpaling di tengah keadaan yang porak poranda? Di tengah situasi ekonomi perbankan yang tidak menentu, di tengah kondisi keluarga yang kacau, di tengah kondisi rohani kita yang lesu? Semua orang mencari jawaban, sama seperti raja Daud.

Mazmur 121:1-8 berkata, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.“

John Hamilton berkata: “Man’s extremities is God’s opportunities”. Artinya “Titik ekstrim manusia adalah peluang bagi Tuhan”, yaitu peluang untuk menyatakan kebesaran, kebaikan, dan pertolongan-Nya.

Pada saat manusia telah mencapai titik ekstrim terendah, manusia telah melakukan segala upaya untuk memperbaiki situasi namun tampaknya tidak ada perubahan, maka ini adalah peluang bagi Tuhan untuk bekerja. Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk hidup berjalan dengan iman. Prinsip ini kita temukan di Mazmur 121, yaitu hukum visi (the law of vision). 


Visi Anda memberi dampak pada pikiran Anda

Iman kita menentukan cara pandang kita terhadap provisi Tuhan. Ketika cara pandang kita tentang Tuhan benar, maka kita dapat bergerak pindah dari kebingungan dan keragu-raguan menuju ketenangan, kepuasan, dan damai sejahtera.

Ketika Daud memandang gunung-gunung, dia tidak sekedar melihat yang tampak dengan mata kasat, yaitu dataran tinggi, pohon, tanah, dan batu. Daud memperoleh pewahyuan akan suatu visi. Bagi Daud, gunung-gunung melambangkan karakter Tuhan yang setia dan senantiasa hadir bersamanya. Gunung-gunung juga memperbaharui visi Daud akan kebesaran kuasa Tuhan; bahwa Tuhan tidak dapat digoncangkan oleh situasi dan kondisi apapun. Gunung Sion mewakili hadirat Tuhan di mana Tuhan berdiam. Seperti gunung-gunung mengelilingi Yerusalem, demikian pula Tuhan mengelilingi umat-Nya (Mazmur 125:1-2).

Abraham mentaati Tuhan untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran bagi-Nya karena Abraham menaruh kepercayaan dan imannya di dalam penyediaan Tuhan. Abraham tidak melihat kenyataan di depan mata, melainkan melihat kepada Tuhan sebagai Jehovah Jireh (Kejadian 22:8). Abraham tidak melihat kenyataan di depan mata, melainkan melihat kepada Tuhan sebagai Jehovah Jireh.

Dalam peperangan melawan Aram, pelayan Elisa panik melihat pasukan tentara yang mengepung mereka. Tetapi Elisa tidak takut, dia berdoa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-Raja 6:15-17).

“Sight is where you are, but faith is where God wants to take you”

Apa yang tampak di depan mata kita adalah tempat di mana kita berada saat ini, tetapi iman adalah ke mana Tuhan akan membawa kita. Anda mungkin melihat masalah dan keterbatasan, tetapi iman membuat kita menyadari akan penyediaan dan kekuatan kuasa-Nya.

Untuk itu sangat penting bagi kita untuk sadar akan strategi dan tipu daya iblis. Iblis tidak akan secara langsung membujuk kita untuk menyembahnya. Dia akan menggunakan cara-cara halus untuk mengalihkan kepercayaan dan ketergantungan kita dari Tuhan kepada sumber dan benda-benda lain seperti tabungan, investasi, pemerintah, karir dll.

Daud tidak menaruh kepercayaannya dalam hal-hal jasmaniah, tetapi di dalam hal-hal rohaniah, yaitu di dalam Tuhan yang maha besar dan maha kuasa. Walaupun Goliat secara jasmaniah adalah raksasa, Daud tidak menciut oleh kenyataan ini. Ketika maju melawan Goliat, senjata Daud hanyalah lima batu kecil dan umban dan kepercayaannya akan Tuhan yang perkasa (1 Samuel 17:45-47).

Takutlah kepada ketakutan itu sendiri

Yang kita harus takuti hanyalah ketakutan itu sendiri. Saat Anda merasa beban Anda terlampau berat, saat Anda merasa ingin menyerah, angkatlah tangan Anda, puji dan sembahlah Tuhan karena siapa Dia. Kemudian, deklarasikan perlindungan dan penyediaan Tuhan atas Anda. Iman dan damai sejahtera Anda tidak tergantung pada situasi dan kondisi alamiah, tetapi pada kepercayaan Anda di dalam janji-janji dan provisi-Nya. 

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang menepati janji. Dia sumber kekuatan dan pertolongan kita. Tuhan akan berperang untuk kita. Segala sesuatu yang dicuri Iblis dari kita, akan dikembalikan Tuhan kepada kita dengan berlipat ganda. Kita pasti akan menghadapi masalah, tantangan dan peperangan. Itulah kehidupan. Selama kita di bumi kita akan terus menerus diserang dari berbagai sisi oleh Iblis, tetapi kita harus tahu kepada siapa kita percaya dan bergantung. Kita dapat sepenuhnya yakin bahwa Tuhan sanggup menjaga dan memelihara kita dalam setiap aspek kehidupan yang kita komitmenkan kepada-Nya. (sumber: www.indrigautama.org)

Hati Anak

Sering kali kita mendengar istilah “pembapaan”, “hati Bapa, atau “kasih Bapa”. Namun, di sisi lain kita juga sering mendengar kata-kata seperti “Saya merasa tidak dibapai” atau “ia bukan pemimpin yang berhati bapa.”


Orang yang mencari pembapaan atau orang yang mau berhasil dalam hidupnya, perlu mengerti tentang hati anak. Mengapa kebenaran tentang hati anak itu penting? Pertama, syarat agar Tuhan jangan memukul bumi hingga musnah bukanlah hanya hati bapa yang berbalik kepada anaknya, namun juga hati anak yang berbalik kepada bapanya (Maleakhi 4:6). Kedua, Yesus bukan saja memberikan gambaran tentang hati Bapa (Yohanes 14:9), Ia juga memberikan gambaran tentang hati anak. Ibrani 5:8 menuliskan bagaimana sebagai anak Ia belajar taat kepada Bapa.

Kisah anak hilang di kitab Lukas 15:11-32 sering dikhotbahkan untuk menggambarkan hati seorang bapa” Bapa yang menerima dan mengasihi tanpa syarat (walaupun anaknya sudah melakukan kesalahan), Bapa yang memulihkan kondisi seseorang yang sudah terpuruk. Sebenarnya kisah anak yang hilang ini juga menggambarkan hati anak.

Hati anak sangat penting, bukan saja untuk kita pahami, namun juga untuk kita hidupi, supaya ada keseimbangan antara tuntutan terhadap adanya hati bapa dan perlunya kita menjadi seorang anak yang baik terhadap orang yang kita inginkan untuk membapai kita. Sering kita berharap bahwa bapalah yang harus proaktif, padahal Alkitab memberi gambaran bahwa Yosua, Elisa, Timotius, memberi waktu sebagai anak untuk membangun hubungan dengan bapa rohani mereka. Sering kali kita berpikir bahwa bapalah yang harus mendekati kita, peduli terhadap kita, membela kita, serta mengerti pergumulan kita, tetapi kita jarang menguji diri sendiri apakah kita sudah menjadi anak yang mau mendukung bapanya, anak yang memberi waktu untuk mengerti hati bapanya. Mari uji hati kita, sudahkah kita memiliki hati anak? Mari tidak hanya memiliki hati bapa, tetapi juga hati anak.

Mari kita lihat kualitas hati anak melalui sikap hati, respon, dan tindakan dari anak sulung dan anak bungsu (Lukas 15:11-32):
  1. Hati anak adalah hati yang peduli terhadap apa yang menjadi kepedulian bapanya alias hati yang mengerti hati bapanya (Lukas 15:31-32)
  2. Hati anak adalah hati yang mau menundukkan diri terhadap bapanya (anak bungsu meminta harta bagiannya sebelum waktunya – Lukas 15:12)
  3. Hati anak adalah hati yang tulus, mengerjakan segala sesuatu untuk bapanya bukan dengan maksud untuk mencari upah (anak sulung menuntut upah atas kerja kerasnya selama bertahun-tahun – Lukas 15:26)
  4. Hati anak adalah hati yang tidak mementingkan dirinya, tetapi mengusahakan kepentingan yang lebih besar: kepentingan Tuhan, kepentingan bersama (anak sulung dan anak bungsu memikirkan kepentingan diri sendiri)
Yesus memberi teladan bagaimana sebagai anak Ia taat, memberi waktu untuk bersekutu dengan Bapa, melakukan kepentingan Bapa, menyelesaikan tugas yang dipercayakan, memuliakan Bapa-Nya.

9 Mitos Kesehatan yang Mungkin Telah Menyesatkan Anda


Kita banyak mendengar informasi kesehatan yang beredar dari mulut ke mulut di masyarakat. Kita menganggapnya sebagai kebenaran karena hampir semua orang memercayainya. Padahal, sebagian adalah mitos yang tidak didukung kebenaran ilmiah. Berikut adalah sembilan di antaranya.

1. Membaca dalam gelap merusak mata Anda
Pernahkah Anda dinasihati agar tidak membaca dalam gelap karena dapat merusak mata? Membaca dalam kegelapan hanya akan melelahkan mata tetapi tidak merusak mata kita.

2. Jantung ada di sebelah kiri dada
Hampir setiap orang bila ditanya di mana letak jantung maka akan memegangi dada sebelah kiri. Ini adalah pemahaman yang salah. Jantung terletak hampir di tengah-tengah dada kita, tersimpan aman di belakang rongga dada.

3. Stress dapat membuat rambut beruban dalam semalam
Bukti memang menunjukkan bahwa stres dapat mempercepat rambut beruban. Seseorang yang mengalami ketegangan dan kesedihan dalam waktu lama dapat lebih cepat memiliki rambut beruban. Namun, prosesnya tidak dalam satu malam. Proses perubahan warna rambut menjadi abu-abu terjadi secara bertahap. Pola perubahan warna biasanya bersifat genetik, ada rambut yang tetap hitam ada juga yang berubah abu-abu.

4. Cara terbaik menjadi langsing adalah makan sesedikit mungkin.
Jika Anda makan sangat sedikit, berat badan Anda akan turun cepat, yang tampaknya sangat efektif. Tapi dalam jangka panjang hal itu buruk bagi kesehatan maupun berat badan Anda. Jika Anda makan terlalu sedikit, Anda akan kekurangan vitamin dan mineral sehingga lemah dan lelah. Tubuh Anda akan kekurangan energi yang diperlukan dan akan mencari sumber energi alternatif dengan membakar lemak otot. Metabolisme tubuh juga melambat, karena massa otot berkurang membuat pembakaran lebih lambat. Tubuh Anda menjadi sangat efisien. Bila Anda kemudian putus diet dan makan lebih banyak (mayoritas orang melakukannya), maka kombinasi efisiensi dan asupan kalori berlebih akan membuat berat badan Anda cepat naik kembali. Seringkali berat Anda lebih dari sebelumnya. Ini sering disebut efek yoyo. Cara terbaik menjadi langsing adalah dengan program bertahap yang mengkombinasikan penurunan asupan kalori dan peningkatan pembakarannya.

5. Cara terbaik mengatasi cegukan adalah meminum air
Secara medis, tidak ada bukti efektivitas meminum air atau menahan nafas dalam mengatasi cegukan. Sebaliknya, menurut rekomendasi lama dari New England Journal of Medicine (1971), menelan sesendok butiran gula pasir justru lebih efektif. Menurut studi itu, taktik ini berhasil menghentikan cegukan pada 19 dari 20 pasien.

6. Kedinginan membuat Anda rentan terkena flu
Sebuah penelitian pernah dilakukan di Common Cold Research Unit, Salisbury, Inggris, di mana sekelompok relawan diinokulasi dengan virus selesma yang didekatkan ke hidung mereka. Setengah kelompok ditempatkan di ruangan yang hangat sedangkan sisanya mandi dan basah kuyup selama setengah jam, kemudian berpakaian tapi memakai kaus kaki basah selama beberapa jam lagi. Kelompok basah tidak terkena flu lebih banyak daripada kelompok kering. Kesimpulan: kedinginan tidak memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

7. Susu hangat membuat anak mudah tertidur
Susu mengandung sedikit tryptophan, sejenis asam amino yang berefek memudahkan tidur. Namun, Anda perlu bergalon-galon susu untuk merasakan efeknya. Bila Anda mendapati anak Anda jadi mudah tertidur setelah minum susu, sebenarnya rutinitasnyalah yang membantu anak menjadi tenang.

8. Kita hanya menggunakan 10 persen otak kita.
Sejumlah studi pencitraan otak telah menunjukkan bahwa tidak ada satu wilayah pun di otak yang benar-benar diam atau tidak aktif.  Pencitraan otak secara rinci telah gagal mengidentifikasi 90 persen isi otak yang “tidak termanfaatkan”. Mitos bahwa otak kita baru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan mungkin berasal dari para penjual yang mencoba menawarkan “inovasi baru” dalam meningkatkan kemampuan otak.

9. Mencukur membuat rambut tumbuh kembali lebih cepat dan kasar.
Waxing, mencukur atau mencabut rambut tidak akan mengubah tekstur atau kecepatan pertumbuhannya. Rambut yang baru tumbuh kembali memang tumpul, tapi lama-kelamaan akan tampak persis seperti rambut Anda sebelumnya. (majalahkesehatan.com)

My Papa, My Friend


Aku ingat kejadian beberapa tahun lalu, waktu aku bekerja sebagai asisten guru di sebuah sekolah TK. Aku ditugaskan menjaga Jim, seorang anak semi autis berumur 6 tahun. Ia punya kecenderungan melukai teman-teman kelasnya, membanting-banting mainan, melakukan dan mengatakan apa saja yang disukainya. Temperamennya juga tidak stabil, ia bisa senang seketika dan marah seketika. Aku sering mengajaknya ngobrol.

Tiap tahun TK itu mengadakan pertunjukan drama musikal yang diadaptasi dari cerita-cerita Disney. Tahun itu adalah tahun terakhir Jim di TK. Jim mendapat peran di drama tersebut. Para orangtua tentunya hadir untuk menonton pertunjukan yang diperankan oleh anak-anak mereka.

Di akhir acara, ketika semua anak dan orangtua mau pulang, Jim memperkenalkan ayahnya kepadaku. Kalimat ini tak pernah lepas dari ingatanku. Dengan antusias dan senyum lebar, Jim bilang seraya menunjuk ayahnya yang berdiri tersenyum di sampingnya, “Miss Viona, this is my friend, my papa!”

Aku tak pernah lupa ekspresi senang Jim waktu memperkenalkan ayahnya sebagai “my friend, my papa”. Aku terpesona dengan bagaimana Jim menggambarkan ayahnya. Jim menganggap ayahnya sebagai teman. Tak peduli bagaimana kondisi Jim, ayahnya sangat menyayangi Jim. Ia tidak hanya berperan sebagai seorang ayah yang berkuasa mendidik anaknya, tetapi juga sebagai teman yang menempatkan diri setara dengan posisi anaknya. Pendek kata, seorang teman.

Berapa banyak anak yang bisa menyebut ayahnya sebagai teman? Teman selalu memberi diri untuk berbagi apa yang dimilikinya, perasaan dan cerita di dalam hatinya. Teman dapat saling percaya satu sama lain dan memegang kepercayaan sebagai nilai tertinggi mereka. Apa sih nilai yang lebih tinggi dalam persahabatan kalau bukan kepercayaan? Teman berusaha mengerti apa yang dialami temannya, berusaha mendukung.

Aku sendiri merasakan bahwa ayahku bisa mensejajarkan pandangan matanya dengan pandangan mataku sehingga aku merasa dan tahu bahwa ayahku mempercayaiku dan aku juga tak mau mengecewakan kepercayaannya padaku. Ayahku menjadi teman bagiku. Aku menghormatinya sebagai ayahku dan menyayanginya seperti aku menyayangi temanku. Aku dapat menceritakan isi hatiku pada ayahku dan apa yang dirasakan ayahku dapat menjadi sesuatu yang mendukung perasaanku terhadap apa yang kualami.

Aku dan ayahku, selain berhubungan sebagai orangtua dan anak, adalah teman. Aku menyukai ayahku dan senang sekali berbagi cerita dengannya, karena aku tau, seperti apapun ceritaku, ayahku akan tetap mendengarkan ceritaku. Dan seperti apapun karakterku, ayahku akan tetap menyayangiku. Seperti apa yang dilakukan ayah Jim terhadap Jim ‘kan? Aku banyak mendengar dari teman-temanku bagaimana ayah mereka tidak punya waktu untuk menjadi teman bagi mereka. Banyak ayah lalai membagi cerita dan perasaannya, bahkan seringkali memperlihatkan kekakuan seorang ayah dengan karakter yang ditakuti anak-anak.

Menurutku, tidak ada ayah yang berpengalaman. Yang ada, adalah ayah yang berpengertian.

Terngiang Jim memperkenalkan ayahnya padaku sambil nyengir lebar, “Miss Viona, this is my friend, my papa!”

Saatnya ….untuk hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya….. (viona patricia/indrigautama.org)

Anak-Anak Pembawa Api Kebangunan Rohani


Ada yang istimewa dalam Doa 24 Jam Krispen yang baru saja kita gelar pada hari Jumat-Sabtu, 29-30 April 2011 lalu. Dalam Doa 24 Jam kali ini, sebanyak kurang lebih 30 jemaat J’CC beserta para pembinanya turut serta berdoa bagi Indonesia. Tidak kalah dengan jemaat dewasa, Tuhan juga memberi pernyatan kepada anak-anak J’CC bahwa mereka akan dipakai untuk membawa api kebangunan rohani ke pulau-pulau dan bangsa-bangsa. Haleluya!

Total jumlah jemaat yang terlibat dalam Doa 24 Jam kali ini kurang lebih 114 orang. Pada kesempatan ini Tuhan banyak membawa jemaat bersyafaat untuk generasi muda yang banyak dihancurkan iblis melalui pornografi, sehingga mereka diikat dengan dosa amoral serta tindak kejahatan amoral yang merusak masa depan mereka. Untuk selanjutnya dibutuhkan kerjasama yang kuat dari para pemimpin, PA, dan PKS supaya jemaat yang terlibat semakin banyak. Banyak doa-doa kita yang dijawab oleh Tuhan serta banyak pernyataan dan nubuatan bagi kota,bangsa, jemaat yang harus terus kita bawa dalam doa.


Saya diingatkan Tuhan untuk berdoa bagi Healing Center. Kemudian Tuhan memberikan penglihatan seperti wajan dan kompor. Saya mendapatkan impresi dan percaya bahwa lewat proses pembentukan serta pematangan, kita akan siap untuk menjadi tempat pemulihan. (Lanawati Hadiputro/Ibu Rumah tangga)

Sewaktu berdoa untuk pengaruh media terhadap anak-anak, Tuhan mengingatkan saya agar berdoa bagi sekolah-sekolah kristen dan guru-gurunya supaya menjangkau dan berfungsi maksimal untuk menjaga anak didiknya dengan lebih baik. (Irawati/Ibu Rumah Tangga)

Tuhan banyak mengingatkan saya (dan saya rasa kita semua) untuk berdoa bagi keluarga-keluarga. Karena ketidakharmonisan keluarga, baik hubungan suami-istri maupun orang tua-anak serta ke-tidak-berfungsi-an orang tua berdampak pada kehancuran generasi muda (terikat dosa amoral dan menjadi pelaku berbagai tindak kejahatan). (Yulia W./Staf Pengabdi)

Pada saat menyembah Tuhan, Roh Kudus menggerakkan hati saya untuk berdoa bersungguh-sungguh bagi para remaja yang ada di Surabaya agar tidak terpengaruh oleh kuasa kegelapan di lingkungan dan pergaulannya. Christopher/Pelajar)

Tuhan rindu supaya gereja-Nya tetap berdoa untuk anak-anak remaja di Surabaya yang terpengaruh dengan kejahatan amoral. (Cahyana Bayu B./Staf Pengabdi)


Saya mendapatkan janji Tuhan bahwa kuasa-Nya akan turun bagaikan air bah yang tidak terbendung untuk menerobos setiap rintangan yang menghadang bangsa Indonesia. (Matius Hudoyo/Wirausaha)

Sangat mengesankan, karena dari Doa 24 Jam ini saya menjadi tahu apa yang sedang dialami oleh kota Surabaya dan bangsa Indonesia. Saya rindu untuk berdoa bagi kota Surabaya dan Indonesia supaya menjadi bangsa yang lebih baik serta sejahtera. (Mia/Pelajar)

Saya merasakan bahwa Tuhan sungguh mengasihi saya dan memulihkan saya saat haus kepada-Nya. Bahkan pada waktu saya tidak sungguh-sungguh, Tuhan tetap mengasihi saya. (Purwati/Pelajar)

Bagus! Karena ada banyak anak J’CC yang aktif berdoa dan punya hati untuk bangsa Indonesia. Saya mendapatkan impresi bahwa Tuhan akan memakai anak-anak J’CC untuk berdoa dan mereka akan mengubah keadaan bangsa ini dengan doa-doa mereka. Mereka seperti lilin-lilin kecil yang mempunyai dampak yang besar untuk sekitarnya. (Lie Fang/Swasta)

Saya seperti melihat ada satu titik terang di ruangan tempat kita berdoa. Terang tersebut semakin menguasai ruangan dan kami menjadi tidak terlihat, karena yang kelihatan hanya terang tersebut. Tuhan memberikan pesan bahwa terang-Nya bercahaya atas semua pendoa dan tidak ada satupun doa-doa yang dipanjatkan terlewatkan. Tuhan akan membawa jemaat KrisPen masuk dalam rencana-Nya, yaitu hidup dalam terang Tuhan. (Febe Krisnaningati/Swasta)

Dari Lilin Menjadi Sabun


Pada tahun 1879, produk terlaris yang dihasilkan oleh perusahaan Procter and Gamble adalah lilin. Namun ketika Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar, perusahaan ini mengalami masalah. Penjualan lilin mengalami kemorosotan tajam karena banyak orang yang beralih ke alat penerang baru yang bebas asap itu. Orang hanya membeli lilin untuk keperluan tertentu.

Masa depan perusahaan ini tampaknya sangat suram. Namun sebuah "kecelakaan kerja" telah menjadi titik balik yang menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan. Suatu kali ada karyawan di pabrik Cincinnati yang kelupaan mematikan mesin ketika mereka beristirahat makan siang. Akibatnya? Terjadi adonan berbusa-busa yang meluap dan penuh dengan gelembung-gelembung udara. Mulanya karyawan ini berencana membuang adonan ini karena merasa kesal. Namun sebelumnya dia mencoba untuk membuat sabun dari adonan itu. Hasilnya adalah sabun yang bisa mengambang di air. Maka lahirlah produk yang bernama sabun Ivory, yang kemudian menjadi produk andalan Procter and Gamble.

Mengapa sabun yang bisa mengapung menjadi laris saat itu? Pada masa itu, beberapa orang di Cincinnati masih mandi di sungai Ohio. Dengan menggunakan sabun yang bisa mengapung, maka mereka tidak akan kehilangan sabun lagi ketika terlepas dari genggaman. Itulan sebabnya sabun Ivory menjadi sabun terlaris di Ohio, yang kemudian merambah ke seluruh negeri Amerika.

Jangan pernah menyerah, saat menemui masalah. Kreativitas bisa mengubah masalah menjadi berkah yang melimpah.

sumber: www.kisah-inspiratif.blogspot.com

Liputan Mission Trip Youth, Desa Sawahan & Dusun Bomo – Nganjuk, 22-24 April 2011


Kami berkesempatan melayani di Desa Sawahan, Nganjuk, tepatnya di sebuah jemaat lokal yang dipimpin Bp. Pdt. Obed Kasiyanto. Di sana jemaat yang tertanam sekitar 25 orang, tetapi yang aktif hanya 15 orang. Di sana kami (berlima) beroleh kesempatan melayani ibadah Jumat Agung dalam pujian penyembahan serta khotbah Firman Tuhan. Kami juga melakukan doa keliling untuk mengikat roh jahat dan melepaskan damai sejahtera Tuhan bagi Sawahan. Kami juga menyediakan waktu untuk berkunjung ke rumah-rumah jemaat dan mendoakan mereka. Tak lupa kami membantu segala aktifitas di pastori gereja, seperti memasak, membersihkan rumah dan ruang gereja.

Pada saat ibadah Jumat Agung, kami membagikan kebenaran Firman Tuhan tentang kasih kepada sesama karena Yesus sudah terlebih dahulu mengasihi dan mengampuni kita. Tuhan melawat jemaat yang hadir dan respon jemaat pun sungguh luar biasa. Ketika ibadah Paskah pada hari Minggu, kami membagikan kebenaran tentang kasih yang membawa kita pada kemenangan atas masa lalu, permasalahan, kekuatiran dan pergumulan hidup.

Secara garis besar kebutuhan jemaat di Sawahan adalah kebangunan rohani dan peneguhan-peneguhan atas pergumulan hidup mereka. Puji Tuhan bahwa jemaat di Sawahan mendapatkan peneguhan-peneguhan dari Tuhan melalui pelayanan kami.

Adapun tantangan yang kami hadapi selama mission trip ke Sawahan, Nganjuk adalah letak geografis yang cukup menantang serta jarak rumah jemaat yang cukup berjauhan ditambah lagi keterbatasan waktu, sehingga kami merasa bahwa pelayanan kunjungan kami ke rumah-rumah jemaat kurang maksimal. Tapi kami bersyukur beroleh kesempatan dari Tuhan untuk berbagi hidup dengan sesama tubuh Kristus di Sawahan, Nganjuk. (Christofel Angelo, PKS Youth)


Setelah mengantarkan tim pertama ke Desa Sawahan, kami berangkat dengan mobil COLT sewaan menuju Dusun Bomo. Keterangan yang kami dengar bahwa jarak dari Sawahan ke Bomo hanya 5 km saja, tetapi kenyataannya itu adalah 5 km terpanjang kami, karena kondisi jalan yang kami tempuh cukup rusak parah  dan naik turun berkelok-kelok. Sesampainya di Bomo, kami disambut oleh Bapak Gembala Freddy dan istrinya, Ibu Martha. Setelah berkenalan, kami menyempatkan diri untuk beristirahat, melakukan doa keliling, lalu bersiap melayani ibadah Jumat Agung pada sore harinya. Saat kami di sana, gedung gereja sedang dalam tahap pembangunan gedung pastori. Para jemaat yang pria membantu di sana, sehingga kami menyempatkan untuk berbincang-bincang dengan mereka selama masa istirahat kami. Beberapa dari kami (yang pria) juga sempat membantu mengangkat beberapa bahan material bangunan.

Di gereja Bomo, kami melayani ibadah Jumat Agung dan ibadah Paskah. Sekalipun jumlah jemaat di gereja ini hanya ± 20 orang dan mereka tergolong keluarga petani yang pra sejahtera, namun dalam keterbatasannya mereka memiliki antusiasme yang tinggi untuk datang beribadah. Mereka datang setengah jam sebelum ibadah dimulai dan sangat ekspresif ketika puji-pujian dinaikkan serta responsif ketika Firman Tuhan kami bagikan. Kuasa Tuhan melawat setiap ibadah yang kami layani karena para jemaatnya memang sangat haus dan rendah hati untuk dipulihkan serta dikuatkan. Selain melayani di ibadah, kami juga mengunjungi rumah para jemaat dengan berjalan kaki ke sana. Kami sangat menikmati perjalanan kami dan terlebih lagi ketika kami sampai di rumah-rumah jemaat. Mereka sangat bahagia ketika kami mengunjungi mereka dan di sana kami mendengarkan cerita-certa mengenai hidup mereka. Kami tahu bahwa tidaklah mudah menjadi pengikut Yesus di sana. Mereka adalah minoritas dan mereka kerapkali dijauhi lingkungan mereka. Tetapi, situasi ini tidak menyurutkan iman mereka kepada Yesus. Mereka berkata bahwa sekalipun menderita maupun miskin, tetapi Tuhan Yesus yang akan membela dan memelihara mereka. Luar biasa iman mereka.

Pengalaman paling menarik di sana adalah ketika secara tiba-tiba kami diundang untuk melayani di dusun Bareng pada hari Sabtu malam. Bapak Freddy yang sejatinya diundang, menyerahkan pelayanan itu pada kami. Berkat kasih karunia Tuhan Yesus, kami pun berangkat ke sana untuk melayani. Di sinilah pengalaman menariknya! Perjalanan dari Bomo ke Bareng sangatlah jauh dan melewati jalan yang lebih curam dan rusak. Belum cukup, kondisi waktu itu hujan deras dan gelap (tidak ada penerangan sama sekali di jalan). Namun anehnya, tidak ada sedikit ketakutan pun yang kami rasakan. Entah mengapa, di tengah situasi mencekam itu, hati kami merasa tenang. Kami pun sampai di tempat dengan selamat dan antusias melayani di sana.

Kami sungguh sangat puas dengan perjalanan mission trip kami kali ini. Bukan karena pelayanan kami, tetapi karena kami merasakan sendiri kuasa Tuhan bekerja lewat pelayanan kami dan lewat kesaksian jemaat di sana. Bukan hanya kami yang memberkati mereka, namun mereka juga memberkati kami dengan rasa cinta mereka kepada Tuhan Yesus. (Johan Alvin Khosuma/Komsel Debby-Youth)


Saat mission trip, saya belajar untuk melayani, saling berbagi, saling menolong, dan peduli terhadap orang lain. Di sana saya juga belajar untuk mandiri. Yang terutama, di tempat mission trip saya belajar seperti murid-nurid Yesus untuk berani memberitakan Injil dan mengajak jemaat di sana untuk tetap setia menjadi murid Kristus. (Lucy, Komsel Debora)

Mission trip yang luar biasa. Saya diajar dan diteguhkan bagaimana penyertaan Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, mulai dari persiapan, keberangkatan, hingga kepulangan Tuhan menyediakan segala yang kami perlukan tanpa harus memikirkan dan mengkuatirkannya. Apapun yang kita perbuat demi nama-Nya, Ia akan buat itu berhasil. Saat tidak ada pemain musik, Tuhan tiba-tiba mengembalikan feel bermain gitar saya, sehingga saya bisa bermain gitar. Ketika saya diberi kesempatan membagikan Firman, Tuhan melawat setiap jemaat yang mendengar. (Christofel Angelo, PKS Youth)

Melalui mission trip ini saya banyak belajar untuk mengandalkan Tuhan, sebab keterbatasan waktu dan bahasa yang ada. Saya berkesempatan membagikan Firman Tuhan di ibadah Paskah. Sebelum berangkat mission trip, saya sudah menyiapkan khotbah, tetapi berkali-kali mengalami revisi. Pada hari H, barulah Tuhan memberi saya hikmat untuk menyusunnya. Saya sangat diberkati oleh tim saya. Setiap kami bekerja sangat baik dan belajar saling lemah lembut dan rendah hati untuk menerima serta melakukan tanggung jawab yang diberikan. (Debora RA, PKS Youth)

Semua harapan saya sebelum mengikuti mission trip terpenuhi. Mengalami kuasa Tuhan, keluar dari zona nyaman, melayani jiwa-jiwa dan mengembangkan kapasitas. Saya sangat diberkati dengan kesaksian hidup para jemaat dan Bapak Pdt. Freddy, Ibu Martha istrinya serta anaknya Joy di Bomo. Semangat saya dalam melayani Tuhan semakin disegarkan dan diperbaharui. Salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup saya. (Alvin, Komsel Debora)

Setelah ikut mission trip, semangat saya menjadi lebih menyala-nyala lagi dalam Tuhan. Awalnya semangat untuk melayani dan ibadah saya mulai menurun, seakan-akan jenuh dan melakukan segalanya hanya sebatas tanggung jawab serta rutinitas. Oleh karena itu, mission trip ini menjadi momentum yang membakar kembali semangat dan kerinduan saya untuk melayani Tuhan lebih lagi. Selain itu mission trip ini juga sebagai kesempatan untuk memperbesar kapasitas saya di dalam melayani Tuhan. (Rianti Joanita, Komsel Christofel)

Selama mengikuti mission trip di Dusun Bomo, saya belajar tentang disiplin waktu dari jemaat di sana. Mereka semua sudah hadir paling sedikit setengah jam sebelum ibadah dimulai, padahal tempat tinggal mereka cukup jauh dan mereka harus berjalan kaki untuk ke gereja. Bahkan dalam kondisi cuaca yang buruk sekalipun, mereka tetap hadir di gereja. Antar jemaat juga terlihat kompak. Hanya saja, selain bapak gembala dan istrinya, masih belum ada orang lain yang bisa membantu mereka dalam hal pemahaman Alkitab, sehingga banyak dari mereka yang belum bisa menggali Firman Tuhan. Setahu saya di sana juga belum ada pembinaan rohani secara rutin. (Ika, Komsel Oscar)

Menyenangkan sekali  bisa melayani saudara seiman di sana, saling berbagi pengalaman mengenal Yesus dan saling menguatkan. Saya dibuat kagum akan kehidupan jemaat (seperti jemaat mula-mula yang menjadi kaya dalam kekurangan masing-masing). Saya juga punya pengalaman naik bis Surabaya-Nganjuk dan di situ mendapatkan definisi baru mengenai kata "longgar" dalam bis dari kernet bis. (Satrio, Komsel Debora)

Pada awalnya saya sempat ragu untuk mengikuti mission trip karena ada beberapa teman yang mendadak tidak ikut, tetapi Tuhan kemudian ingatkan saya mengenai integritas. Di sana saya belajar banyak mengenai kehidupan yang sederhana dan apa adanya. Mereka tetap mempersembahkan hidup yang terbaik bagi Tuhan dengan keterbatasan yang mereka miliki. Awesome mission trip! (Felix, Komsel Debora)

Mission trip kemarin merupakan pengalaman yang luar biasa dan sesuatu yang tak terlupakan. Di sana saya banyak belajar melayani, mendoakan, dan mendengarkan setiap permasalahan yang dihadapi masing-masing orang serta benar-benar belajar untuk terus peka terhadap apa yang dikatakan Tuhan. (Lisa, Komsel Christofel)

Perjalanan yang sebenarnya cukup melelahkan, tetapi ternyata tidak membuat saya merasa capek, karena saya merasakan atmosfir kesetiaan jemaat di Bomo terhadap Tuhan sungguh luar biasa. Keadaan serba minim dan kekurangan serta perjalanan ke gereja yang jauh dari tempat tinggal mereka tidak menghalangi para jemaat untuk rasa cinta dan antusias kepada Tuhan Yesus. Saya sangat diberkati dan merasa bersyukur bisa melayani di sana. Mission trip membuat saya lebih berapi-api di dalam Tuhan. (Agus, Komsel Christofel)

Sosok yang Menentukan


Anak lelaki itu masih bau kencur. Umurnya paling banter 14 tahun. Mengenakan kaos kumal abu-abu dan celana pendek coklat. Berdiri di tengah jembatan penyeberangan busway di depan Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Matahari menyalak dari langit ketika saya lewat di depannya.

Tiba-tiba anak itu menghadang dengan merentangkan kedua lengannya. “Mbak, minta uang buat makan,” katanya.

Saya terkejut bukan kepalang. Jantung mendadak berdebar kencang. Hari masih terang. Tapi hanya ada saya dan dia di jembatan penyeberangan pada tengah hari itu. “Tuhan tolong”, bisik saya dalam hati. Lalu muncul keberanian entah darimana. Jemari saya terangkat dan menyentuh punggung tangannya. Dengan lembut saya menurunkan tangan kanannya yang terentang. Saya melempar senyum padanya.

“Masih kecil, jangan memalak orang ya, Dik.” Kemudian saya melangkah meninggalkan dia yang mematung. Sempat muncul kekuatiran kalau dia mengejar dan melakukan kekerasan. Untunglah, dia hanya terpaku.

Jantung saya sebenarnya masih berdegup kencang. Kaget juga ada anak kecil sudah menjadi preman. Menodong di tengah jembatan. Apa dia nggak sekolah? Ini masih jam sekolah. Apa orangtuanya tahu kalau dia melakukan kejahatan? Gila memang jaman sekarang. Kalau kecil sudah berani begini, gimana nanti besarnya?

Jangankan anak orang miskin. Anak pejabat saja bisa masuk penjara, terlibat narkoba, tawuran. Yang sudah dewasa jadi koruptor, masuk televisi, fotonya dimuat di koran. Lalu kita menyalahkan pemerintah dan sistem hukumnya yang tidak tegas. Menyalahkan kemiskinan dan sistem ekonomi. Menyalahkan guru, sekolah dan sistem pendidikan. Kita selalu menyalahkan orang lain.

Kita lupa. Semuanya berawal dari keluarga. Dari peran seorang ayah.

Rick Warren bilang begini lewat status Twitter-nya: “In the poorest slums on earth I’ve learned that gangs and violence are not created by poverty but by the absence of fathers.”

Seseorang bisa saja mempunyai ayah. Tetapi, apakah ayahnya melakukan perannya dalam keluarga? Atau ia menyerahkan peran mendidik anak hanya kepada sang ibu? Apakah ayah berbicara akrab dengan anak-anaknya seperti seorang sahabat, mentor sekaligus pelindung? Apakah ayah bertindak tegas sekaligus lemah lembut?

Saya ingat, ayah sayalah yang membuat saya tergila-gila pada musik, seni dan buku. Ayah saya banyak memengaruhi cara berpikir saya. Sosok ayah saya membentuk siapa saya. Ayah saya memang tidak sempurna. Tetapi, saya punya Ayah di surga yang sempurna. Itu lebih dari cukup.

Jika Anda punya ayah yang tidak sempurna, atau bahkan tidak punya ayah; jangan kuatir, pandanglah ke atas, Ayah Anda yang di surga begitu sempurna. Ia selalu menjaga dan melindungi Anda. Telinga-Nya selalu tersedia untuk mendengar ceritamu. Tangan-Nya tak akan membiarkan Anda jatuh tergeletak.

Dan jika Anda seorang ayah, saya mewakili anak, ingin berkata: tiap orang merindukan sosok ayah dalam hidupnya. Sosok seorang ayah menentukan akan menjadi seperti apa anaknya kelak. Sosok seorang ayah menentukan generasi mendatang. Sosok seorang ayah menentukan nasib bangsa. (Judul asli: Kecil-kecil Preman, disadur dari: indrigautama.org)